3 Makam Tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta Part 1


 

IMG-20160731-WA0016

AWAL MULANYA

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Alllah SWT, pada hari Senin tanggal 17 Juli 2017 kaki saya diringankan oleh Allh SWT untuk bisa berziarah ke makam tokoh Muhammadiyah.

Mengapa saya ingin menziarahi makam-makam tokoh Muhammadiyah.

Alasan pertama, karena makam-makam Kiai NU sudah saya ziarahi seperti makam KH. Munawir Krapyak, KH Abdul Qodir al- Muawir, KH, Zainal Abidin, KH. Warson al- Munawir. KH Tolhah Mansur. KH. Ali Ma’sum Krapyak, KH Nur Iman Mlangi, KH. Nawawi Abdul Aziz ngrukem, KH. Mufid Mas’ud Pandanaran.

Alasan kedua, karena 2 Makam kerajaan Mataram Islam Di Yogyakarta juga sudah saya ziarahi.

Yang pertama ada makam leluhur raja Mataram Islam di Kotagede. Disini terdapat makam Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Sedo ing Krapyak, Kanjeng Ratu Kalinyamat, Kanjeng Ratu Retno Dumilah, Nyai Ageng Mataram, Nyai Ageng Henis dan Nyi Juru Mertani serta makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Semua nama tersebut sebelumnya hanya saya  baca saja dalam buku sejarah. Puji syukur saya bisa menziarahi makamnya.

Yang kedua makam Imogiri, makam Imogiri sejauh saya ketahui terbagi menjadi tiga bagian. Bagian paling atas adalah tempat makam para raja-raja dan keluarga kerajaan Mataram Islam sebelum terpecah. Tempatnya berda di paling ujung. Ditempat ini terdapat makam Sultan Agung, Hamangkurat Amral dan Hamangkurat Mas. Sedangkan bagian bawah terbagi menjadi dua. Pembagian ini terjadi setelah kerajaan Mataram islam terbagi menjadi dua. Makam raja-raja Yogyakarta berada di sebelah kanan dan makam raja-raja Surakarta berada di sebelah kanan.

Alasan ketiga, dan ini adalah alasan yang paling substansif. Karena saya ingin napak tilas dengan para tokoh-tokoh Muhammadiyah. Walaupun saya belum pernah bertatap muka dengan beliau, setidaknya saya bisa menemui beliau di temapat pengistirahatan beliau yang terakhir.

Awalnya, saya hanya mengetahui KH. Ahmad Dahlan sebagai tokoh Muhammadiyah yang berada di Yogyakarta. Selain beliau, saya tidak tahu sama sekali. Perkenalan tokoh muhammadiyah lain di Yogyakarta terjadi tanpa kesengajaan. Berawal ketika saya membaca buku-buku karangan buya Hamka. Di salah salah satu buku karya buya Hamka disebutkan bahwa ada banyak tokoh yang menginspirasinya. Dan diantara toko-tokoh tersebut merupakan para pembesar Muhammadiyah yang lahir dan wafat di Yogyakarta.

3 MAKAM TOKOH MUHAMMADIYAH DI YOGYAKRTA

Sejauh yang saya ketahui para tokoh Muhammadiyah dimakamkan di 3 tempat. dan pada kesempatan ini saya menulis perjalan ziarah saya di 3 makam tokoh Muhammadiyah yang berada di Yogyakarta.

  1. Makam Kuncen

Berbekal informasi di internet dan tanya-tanya orang akhirnya saya bisa samapai juga di makam Kuncen. Di makam kuncen ini terdapat 2 tokoh ketua umum Muhammadiyah.

  1. Ki Bagus Hadi Kusumo (1980 -1954)

Pertamakali mendengar namanya ketika saya membaca buku karya buya Hamka. Sejak saat itu saya mulai mencari informasi tentang beliau.

Jasa beliaua terhadap terhadap bangsa Indonesia sangat besar sekali. Belaiau termasuk anggota BPUPKAI DAN PPKI dan ikut andil dalam perumusan UDD 45 .

Beliau juga produktif dalam menulis.  Diantara kararya-karya nya yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam (1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954). Dari buku-buku karyanya tersebut tercer­min komitmennya terhadap etika dan bahkan juga syariat Islam.

Sumber (http://www.muhammadiyah.or.id/content-160-det-ki-bagus-hadikusuma.html)

Saat ke pemakaman Kuncen. Saya agak kesulitan menemukan makam belaiau. Melalui bantuan orang yang ada di pemakaman Kuncen akhirnya saya bisa menemukan makam beliau. tidak seperti makam-makam lain. Makam beliau sama sekali tidak ada penandanya. Tidak ada nisan ataupun papan yang bertuliskan nama beliau.

padahal pada tanggal 10 November 2015 beliau diangkat sebagai pahlawan nasional. Menagapa bisa seperti itu tanya saya dalam hati. setelah saya cari informasi akhirnaya saya tahu jika kelauarga belaiaulah yang tidak menghendaki.

  1. A.R Fachruddin

Pertama kali menegenal belaiau lewat buku buya Hamka. Menurut Hamka, beliau termasuk diantara tiga orang yang sudah tidak tertarik dengan gemerlapnya harta benda. Ketiga orang tersebut adalah Agus Salim, buya A.R Sutan Mansyur, dan KH. A.R Fachruddin.

Hidup beliau terlampau sederhana untuk ukuran seorang pemimpin tertinggi di Muhammadiyah.

A.R Fachruddin menjadi ketua PP Muhammadiyah terlama sepanjang sejarah. Hidupnya sungguh sabgat sederhana. Ceramahnya sejuk. Pantang baginya menerima uang untuk kegiatan berdakwah.  BIMG-20160731-WA0016eliau wafat tanpa pernah memiliki rumah.

Keserderhanaan beliau banyak dijumpai oleh orang-orang yang berada disekitar beliau. KH. Mustofa Ali Yaqub pun kagum terhadap belaiau, secara khusus KH. Ali menulis tentang keserdehanaan beliau

(http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/05/08/no11w0-keteladanan-kh-ar-fachruddin)

 

Ada lagi tulisan yang menyentuh hati tentang keserdehanaan belaiau yang berjudul “ A.R Fachruddin cahaya keserdehanaan Muhammadiyah” (https://tirto.id/ar-fachruddin-cahaya-kesederhanaan-muhammadiyah-cpwf) dan tulisan yang berjudul Pak AR. Fachruddin dan Masiswa UMY (http://pdmgunungkidul.org/2014/03/07/kisah-pak-ar-dan-mahasiswa-umy/)

CATATAN

Makam HOS Cokroaminoto di makam Kuncen

Beliau memang bukan tokoh Muhammadiyah. Yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang kenapa beliau dimakamkan di pemakaman Kuncen yang berdekatann dengan tokoh Muhammadiyah kenapa tidak dimakamkan di Dongkelan yang kebanyakan tokoh NU misalnya ataupun di Pemakan lain.

Dugaan  saya sementara karena tempat terakhir beliau berada dekat pemakan Kuncen atau mungkin secara pemikiran dan pergaulan beliau lebih dekat dengan tokoh-tokoh Muhammadiayah. WaAllahu a’lam

Sebenarnya niat untuk ziarah ke makam beliau muncul saat saya mengunjungi Musium KH. Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam. Di Musium tersebut saya meliahat beliau berziarah ke makam HOS. Cokroaminoto. Dari foto tersebut saya  bisa mengetahui dimana makam HOS. Coroamininoto. Dan seketika itu juga saya berkeinginan untuk napak tilas ke makam beliau.

Tentang biografi belaiau sudah banyak yang mengupasnya. Bahkan sudah ada Filmnya. Tak perlulah saya menulis panjang lebar tentang belaiau.

Banyak hal yang saya dapatkan ketika berzizrah ke makam-makam tokoh Muhammadiyah. Baik Ki Bagus Hadikusomo dan KH. AR. Fachruddin adalah pribadi yang luar biasa dengan keserdehanaan belaiau. Beliau-beliau sudah selesai dengan dirinya sendiri. belaiau- beliau sudah tidak tertarik dengan kilauan dan gemerlapnya dunia di tengah mayarakat yang hedonis. Beliau-beliau memberi teladan tidak hanya dengan sikap tetapi dengan perbuatan.

Mari kita menghidupkan ziarah kubur pada para ulama dan tokoh bangsa. mari kita ajak teman serta keluarga untuk berziarah. Mari kita baca kembali sejarah dan biografi beliau-beliau. mari kita napak tilas pada perjuangan beliau dalam menjaga agama dan bangsa. Mari kita meneladani sikap dan akhlak beliau-beliau. mari kita agendakan untuk selalu berziarah disetiap kota yang kita kunjungi. AYO BERZIARAH.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s