3 Makam Tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta Part 5


Jpeg

Diantara 16 ketua umum Muhammadiyah separuh diantaranya berasal dari Yogyakarta. Dan diantara separuh ketua umum muhammadiayah yang bersal dari Yogyakarta 6 diantaranya dimakamkan di Makam Karangkajen. Dan hanya satu yang dimakamkan di makam Kuncen. Hanya makam KH. Hisyam saja yang belum saya ketahui makamnya. Saya meyakini makam beliau diantara makam Kuncen dan makam Karangkajen.

Makam tokoh Muhammadiyah yang  dikebumikan di makam Karangkajen ada 6 Orang dan kesemuanya adalah pimpinan pusat Muhammadiyah. Makam KH. Ahmad Dahlan, KH. Ibrahim, KH. Muhammad Yunus Anis serta makam KH. Ahmad Azhar Basyir sudah saya uraikan pada tulisan saya sebelumnya. Pada kesempatan ini saya akan menulis 2 tokoh Muhammadiyah lainya yang dikebumikan di makam Karangkajen.

  1. KH. Ahmad Badawi

Latar belakang keluarga KH. Ahmad Badawi sangat Muhammadiyah sekali. ayah beliau KH. Faqih adalah sahabat KH. Ahmad  Dahlan termasuk generasi awal yang ikut menguatkan fondasi pergerakan Muhammadiyah yang baru berdiri.

Ibunya, Nyai Siti Habibah adalah adik kandung KH. Ahmad Dahlan. Istrinya pun juga seorang kader Muhammadiyah, putri dari KH. Muhammad Yunus  Anis, ketua umum Muhammadiyah yang ketujuh.

Hal yang unik dari KH. Ahmad Badawi adalah latar pendidikannya. Bisa dikatan beliau adalah seorang santri tulen dididik dan dibesarkan di pesantren.  Berikut saya tuliskan jejak mondok beliau.

  1. Pesantren Lerab Karanganyar

Pada waktu itu yang mengasuh ialah KH. Ibrahim disini beliau mondok selama 5 tahun lamanya dari tahun 1908 sampai tahun 1913. Tidak ada penjelasan lebih terkait pondok Lerab

(http://m.muhammadiyah.or.id/id/content-163-det-kh-ahmad-badawi.html)

  1. Pesantren Termas, Pacitan

Beliau mondok di Termas saat KH. Dimyati sebagai pengasuhnya . Bisa dikatan pondok Termas asuhan KH. Dimyati adalah masa keemasan Pondok Termas. banyak sekali para ulama besar pernah belajar di Termas.

(http://www.lakpesdamtulungagung.or.id/dari-pacitan-untuk-peradaban-dunia/

  1. KH Ma’sum Lasem Rembang
  2. KH Abdul Hamid Pasuruan
  3. KH Muslih Mranggen Demak,
  4. KH Makhrus Ali Lirboyo Kediri
  5. KH Munawwir Krapyak Yogyakarta
  6. KH Ali Ma’sum Krapyak Yogyakarta
  7. KH Abdul Haq Buduran Sidoarjo
  8. KH. Dr Mukti Ali Yogyakarta
  9. KH Arwani Kudus
  10. KH Muhtar Syafa’at Blokagung Banyuwangi.

(http://www.lakpesdamtulungagung.or.id/dari-pacitan-untuk-peradaban-dunia/) Semuanya adalah tokoh NU.

  1. KH Ahmad Azhar Basyir, Yogyakarta
  2. Ahmad Badawi Yogyakarta
  3. R Hadjid Yogyakarta
  4. Kahar Mudzakir

(http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/08/06/krh-hadjid-sang-pejuang-1/) Beliau berempat merupakan tokoh pembesar Muhammadiyah.

  1. Pesantren Besuk, Wangkal, Pasuruan

Sekitar 5 tahun lamya beliau mondok disini mulai tahun1915 sampai 1920. Sejauh yang saya ketahui pesantren Besuk itu adalah pesantren Raudlatul Ulum, Besuk, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan yang pernah diasuh oleh KH. Mas Subadar, Rois Syuriah PBNU.

  1. Pesantren Kauman dan Pandean di Semarang

Disini beliau hanya mondok setahun saja dari tahun 1920-1921. Hanya itu saja informasi yang saya dapatkan.

  1. KH. A.R Fachruddin

Pertama kali menegenal belaiau lewat buku buya Hamka. Menurut Hamka, beliau termasuk diantara tiga orang yang sudah tidak tertarik dengan gemerlapnya harta benda. Ketiga orang tersebut adalah Agus Salim, buya A.R Sutan Mansyur, dan KH. A.R Fachruddin.

Hidup beliau terlampau sederhana untuk ukuran seorang pemimpin tertinggi di Muhammadiyah.

A.R Fachruddin menjadi ketua PP Muhammadiyah terlama sepanjang sejarah. Hidupnya sederhana. Ceramahnya sejuk. Pantang baginya menerima uang untuk kegiatan berdakwah. Ia wafat tanpa pernah memiliki rumah.

Keserderhanaan beliau banyak dijumpai oleh orang-orang yang berada disekitar beliau. KH. Mustofa Ali Yaqub pun kagum terhadap belaiau, secara khusus KH. Ali menulis tentang keserdehanaan beliau

(http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/05/08/no11w0-keteladanan-kh-ar-fachruddin)

Ada lagi tulisan yang menyentuh hati tentang keserdehanaan belaiau yang berjudul “ A.R Fachruddin cahaya keserdehanaan Muhammadiyah” (https://tirto.id/ar-fachruddin-cahaya-kesederhanaan-muhammadiyah-cpwf) dan tulisan yang berjudul Pak AR. Fachruddin dan Masiswa UMY (http://pdmgunungkidul.org/2014/03/07/kisah-pak-ar-dan-mahasiswa-umy/)

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s